Laman

Jumat, 18 Juli 2014

Karakteristik Penilaian Kurikulum 2013


a. Belajar Tuntas
Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.

b. Otentik
Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

c. Berkesinambungan
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).

d. Berdasarkan acuan kriteria
Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.

e. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

Karakteristik penilaian kurikulum 2013 tersebut dalam ppt dapat dilihat/diunduh disini......
*)sumber : lampiran IV permendikbud no 81A tahun 2013



Kamis, 12 Desember 2013

Seputar UN 2014

          Kisi-kisi UN 2014 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menggunakan kisi-kisi UN 2013, hal itu sesuai dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) nomor  0019/P/BSNP/XI/2012 tanggal 20 November 2012. Pada pasal 3 Peraturan BSNP tersebut  tertulis : "Kisi-kisi soal ujian nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah berlaku selama tiga tahun" 
( Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) nomor  0019/P/BSNP/XI/2012 tersebut dapat dibaca/didownload disini)
          Sedangkan pada Permendikbud no. 97 tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan disebutkan antara lain peserta didik dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik untuk seluruh mata pelajaran, lulus ujian S/M/PK, dan lulus UN.
          Yang dimaksud nilai S/M/PK adalah gabungan dari nilai rata-rata raport semester I - V untuk tingkat SMP, nilai rata-rata raport semester III - V untuk tingkat SMA dengan nilai ujian sekolah/madrasah/pendidikan kesetaraan. Untuk UN 2014 nanti menggunakan bobot 70 % nilai rata-rata raport dan 30% nilai ujian sekolah/madrasah/pendidikan kesetaraan. ( Baca/download Permendikbud no. 97 tahun 2013 disini )
          Pada POS ( Prosedur Operasi Standar ) ditetapkan antara lain pelaksanaan UN 2014 untuk SMA/MA/SMK/MAK dimulai pada hari Senin tanggal 14 April 2014, untuk SMP/MTs dimulai pada hari Senin tanggal 5 Mei 2014. Untuk lengkapnya POS UN 2014 dapat dibaca/download disini.
          

Kamis, 29 Agustus 2013

Kurikulum 2013, Nilai Rapor Lebih Informatif dan Deskriptif

Palangka Raya -- Dalam Kurikulum 2013, nilai rapor siswa nantinya lebih informatif dan deskriptif, serta memuat informasi penilaian pada aspek pengetahuan, ketrampilan, serta sikap siswa. "Rapornya itu akan berubah total, yang pertama perubahannya rapor itu berisi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan, yang selama ini kan yang dominannya pengetahuan," kata Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK dan PMP) Syawal Gultom, seusai acara Peluncuran Implementasi Kurikulum 2013 di Kota Palangka Raya, Senin (15/7) kemarin.

Oleh karena itu kata Syawal Gultom sistem penilaian harus berubah. "Selama ini kan penilaian dengan tes, sekarang harus menggunakan non tes, portofolio, ketrampilan kan harus diamati," ujarnya menambahkan.
Yang kedua, lanjut Syawal rapor pada jenjang sekolah dasar (SD) nantinya tidak berisi angka, namun deskripsi. "Di SD tidak boleh angka-angka, yang ada deskripsi, kalimat-kalimat, anak ini bisanya apa, kalau tidak mampu kenapa," kata mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut. Apa yang harus diperbaiki pada seorang siswa juga harus ditulis, kata Syawal.
Sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) untuk aspek pengetahuan dan ketrampilan dapat berupa angka. Sedangkan pada aspek sikap harus berupa deskripsi, yaitu hasil observasi. "Konsistrensi anak dalam disiplin dinilai, disiplin dinilai dari mana? dari kehadiran, disiplin menyerahkan tugas misalnya," lanjut Syawal.
Standar penilaian tersebut akan diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Namun hal tersebut adalah standar minimal, sekolah dapat menambahkan aspek penilaian lainnya. "Bagaimana cara menilai sikap dan bagaimana menuangkannya ke dalam rapor itu yang kita atur," kata Kepala Badan PSDMPK dan PMP. Standar penilaian dalam Kurikulum 2013 nantinya akan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). (NW)

 sumber :kemmdikbud

Download format raport kurikulum 2013 :